KUPANG, VICTORYNEWS – Tiga desa di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi sasaran pelatihan penguatan kapasitas aparatur desa.
Pelatihan ini digelar oleh Yayasan Kerti Praja (YKP) bareng KemenPPPA, Kementerian Desa PDTT, dan Dinas P3AP2KB NTT.
Ketiga desa itu adalah Desa Mata Air, Oefafi, dan Pukdale. Kegiatan berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Senin (28/4/2025).
Pelatihan ini membekali aparatur desa dengan keterampilan untuk merancang program pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG) dan adaptasi perubahan iklim. Targetnya, program ini bisa masuk dalam Musrenbangdes 2025.
Kepala Dinas P3AP2KB NTT, Ruth Lasikodat, menyebut NTT masuk wilayah rawan bencana.
Karena itu, perlindungan perempuan dan anak harus jadi perhatian utama.
“Perempuan dan anak harus dipastikan hak-haknya, mulai dari sandang, air bersih, sampai fasilitas pengungsian. Data menunjukkan, kekerasan terhadap perempuan meningkat 16 kasus saat bencana,” kata Ruth.
Ruth menambahkan, ketiga desa tersebut sudah membentuk kelompok pemberdayaan perempuan berbasis produk lokal. Pemerintah Provinsi siap mendukung lewat program “Beli NTT” dan “Ayo Bangun NTT”.
“Kita bantu fasilitasi izin usaha, supaya produk desa bisa punya nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Koordinator Program Yayasan UDN Kupang, Damaris Tnunay, Direktur Yayasan Ume Daya Nusantara Damaris Tnunay ikut menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dan anak dalam perencanaan pembangunan.
“Bukan hanya formalitas, suara perempuan dan anak harus didengar di Musdus dan Musrenbangdes,” jelas Damaris.
Pelatihan ini menggunakan metode presentasi, studi kasus, diskusi kelompok, hingga penyusunan rencana aksi desa.
“Harapannya, aparatur desa bisa menghasilkan dokumen perencanaan yang responsif gender dan memperkuat ketahanan desa,” tutupnya. ***
Editor : Bobby Bryan Anoit
