KBRN,Kupang: Yayasan Ume Daya Nusantara Melaksanakan diskusi terkait isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi social (GEDSI) bersama awak media. Keterlibatan jurnalis dalam isu kesetaraan akan membuka ruang publik yang lebih luas untuk mendorong terciptanya keadilan dan perubahan sosial.
“Tanpa ada penyaluran informasi dari teman-teman media tentu apa yang ingin kamj sampaikan ke masyarakat tentu menjadi lambat. Suatu kebanggaan bagi kami juga, apabila teman-teman jurnalis dapat menulis tentang isu GEDSI,” kata Wakil Direktur Yayasan UDN Simon Sadi Open kepada RRI Kupang, Jumat (29/8/2025).
Koordinator GEDSI SKALA NTT Frederika Tadu Hungu mengajak jurnalis untuk menulis dengan hati sehingga mengangkat martabat kelompok rentan. Sehingga pemberitaan yang berpihak pada nilai kemanusiaan diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan atau regulasi yang inklusif dan berkeadilan.
“Ketikan kita akan mengangkat martabat mereka yang selama ini terlupakan dan menjadi jembatan suara kelompok rentan ke ruang publik. Mendorong supaya lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih adil dan lebih inklusi,” kata Frederika Tadu Hungu.
Berdasarkan data SKALA GEDSI NTT, kasus kekerasan berbasis ekonomi dan ketimpangan dalam memperoleh pendidikan masih mendominasi. Kondisi ini membuat posisi perempuan semakin rentan dan kerap mengalami keterbatasan dalam mengakses sumber daya maupun pengambilan keputusan.
“Di pendidikan itu, rata-rata lama anak perempuan sekolah masih tertinggal dari anak laki-laki. Kemudian pengeluaran perkapita perempuan jauh lebih rendah dari pada laki-laki, misalnya laki-laki per kapita Rp10 ribu, perempuan hanya Rp7 ribu,” ucap Frederika Tadu Hungu.
Sumber : https://rri.co.id/kupang/daerah/1804025/yayasan-udn-menggelar-diskusi-gedsi-bersama-jurnalis
