Kegiatan Aksi Kolektif ini merupakan rangkaian kegiatan bersama antara mitra Program INKLUS, Jaringan Pemerhati Perempuan di Kab. Kupang dan RRI Pro 1 Kupang. Lokasi dialok di luar studio dilaksanakan di SMA Neg. 1 Kupang Timur yang menghadirkan 50 orang pelajar dan juga perwakilan guru ikut terlibat dalam pertemuan tersebut.
Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, hari Disabilitas dan Hari Aids dengan membagikan informasi terkait dengan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), pemenuhan hak disabilitas dan pergaulan yang baik dimasa remaja.
Hadir sebagai narasumber dalam dialog yang disiarkan secara langsung lewat siaran RRI dan juga live streaming youtube menghadirkan narasumber dari UDN yang menjelaskan tentang Rangkaian Kampanye Bersama 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Mitra Program INKLUSI dan Jaringan di Kab. Kupang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang menjelaskan tentang Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kupang terkait dengan pencegahan perundungan (bullying), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjelaskan tentang Kebijakan Pemerintah Kab. Kupang dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, GARAMIN NTT menjelaskan tentang Pemenuhan hak disabilitas di lingkungan pendidikan, PKBI NTT menjelaskan tentang Pecegahan HIV-AIDS dalam lingkungan pergaulan remaja dan Rumah Perempuan Kupang menjelaskan tentang Sekilas tentang kekerasan dalam Pacaran yang diatur oleh UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Diskusi secara langsung dengan siswa SMA Neg. 1 Kec Kupang, dilihat sebagai momentum yang baik oleh DP2KBP3A untuk menginformasikan kehadiran UPTD PPA Kab. Kupang sekaligus memberikan no. Hotline yang dapat dihubungi 1×24 jam. Informasi ini disambut secara antusias oleh siswa yang hadir. Diakhir pertemuan para siswa dan guru menyatakan kesiapan mereka untuk menjadikan sekolah SMA Neg. 1 Kupang Timur menjadi sekolah yang inklusi dan juga siap untuk membentuk satgas TPKS di sekolah untuk memastikan sekolah ini menjadi sekolah yang zero terhadap Kekerasan Seksual.

Axel Fai,Kelas XI IPA 3
“Yang saya harapkan dari kegiatan ini adalah Kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, namun haru s berlanjut di kemudian hari agar banyak orang yang mengetahui dan punya wawasan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini”.
Editor : Bobby
